Category: Kesehatan

Kenali Jenisnya Sebelum Pasang Gigi Palsu Permanen

Kenali Jenisnya Sebelum Pasang Gigi Palsu Permanen

Gigi palsu tak hanya digunakan oleh orang yang sudah berumur saja. Permasalahan tanggalnya gigi bisa juga disebabkan oleh faktor lainnya. Salah satunya adalah karena penyakit gigi atau gigi tanggal akibat kecelakaan. Sebelum melakukan pasang gigi palsu permanen, ada baiknya bila lebih mengenal apa saja jenis gigi palsu yang sering digunakan berikut ini. 

Jenis Gigi Palsu yang Sering Dipakai

  1. Gigi Palsu Implant

Gigi palsu jenis ini adalah jenis gigi palsu yang akan berdiri sendiri tanpa bantuan atau penompang gigi lainnya. Metode pembuatan gigi palsu ini akan menggunakan metode penanaman ke dalam lapisan gusi. Penanaman gigi palsu pada gusi ini akan membuat gigi berfungsi kuat dan hampir mirip seperti asli. 

Terdapat dua bagian gigi yang akan dilakukan implant. Bagian yang pertama adalah akar gigi yang akan dipasang langsung pada bagian gusi dan juga pada bagian tulang rahang. Setelah memastikan bagian akar dipasang dengan kuat, maka proses pemasangan gigi palsu selanjutnya adalah memasang bagian mahkota gigi. 

  1. Gigi Palsu Crown

Gigi palsu atau disebut juga dengan denture adalah alat yang berfungsi untuk menggantikan gigi asli yang sudah rusak atau hilang. Tak hanya giginya saja yang digantikan tetapi juga sel jaringan yang membentuknya juga. Oleh karena itu, pemasangan gigi palsu harus dilakukan oleh ahlinya agar tidak menimbulkan efek samping dikemudian hari karena pemasangan. 

Pasang gigi palsu permanen mahkota atau crown ini biasanya digunakan untuk orang yang mengalami permasalahan penyakit gigi. Salah satunya adalah pengeroposan gigi atau gigi yang patah. Pemasangan jenis gigi palsu ini hanya akan menggantikan bagian gigi yang patah saja. Bagian yang patah biasanya adalah bagian atas gigi atau mahkota, tidak sampai ke akar gigi. 

  1. Gigi Plasu Bridge

Jenis gigi palsu satu ini berbeda dengan jenis gigi palsu implant. Bila gigi palsu implant bisa berdiri sendiri tanpa menggunakan kekuatan gigi disekitarnya untuk menopang, sedangkan gigi palsu bridge akan membutuhkan bantuan dari gigi di sampingnya. Sehingga efeknya gigi palsu jenis satu ini akan mempunyai ukuran gigi yang lebih kecil. 

Permasalahan penyakit pada gigi biasanya timbul karena kurangnya perhatian pada kebersihan area mulut dan gusi. Sehingga solusi untuk penyakit gigi selain pasang gigi palsu permanen adalah juga menjaga kebersihan mulut secara rutin. Penyakit gigi memang tak hanya akan berimbas pada kesehatan tetapi juga akan mempengaruhi penampilan. 

Gigi adalah salah satu organ penting pada manusia. Permasalahn pada gigi bisa menyebabkan permasalahan lainnya bagi kesehatan. Turunnya nafsu makan juga bisa mengakibatkan mal nutrisi pada tubuh. Informasi terkait penyakit gigi dan cara pengobatannya juga bisa anda baca melalui website resmi https://www.omdc.co.id/

 

4 Cara Memilih Pembersih Toilet Berkualitas dan Aman

4 Cara Memilih Pembersih Toilet Berkualitas dan Aman

Banyak alasan kenapa toilet harus rutin dibersihkan. Alasan utamanya tentu demi menjaga kesehatan dan kenyamanan sesama. Toilet menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme berbahaya seperti kuman, virus, bakteri dan lain-lain. Bila jarang dibersihkan, mereka akan berkembang biak dengan cepat dan menimbulkan efek yang tidak baik. Karena itulah toilet harus dibersihkan secara rutin dan terjadlwal.

Membersihkan toilet termasuk mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Yang perlu dipersiapkan hanyalah sikat dan pembersih toilet. Cairan pembersih punya peran yang cukup penting dalam membersihkan, sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membelinya.

Pilih Pembersih yang Mampu Membersihkan Secara Ampuh

Toilet pastinya kita gunakan setiap hari dan apabila kita biarkan dalam jangka waktu yang lama maka akan tumbuh kerak di beberapa bagian. Jika toilet yang kita gunakan kotor maka akan mengurangi kenyamanan saat menggunakannya. Nah karena itu kita harus rajin membersihkannya dengan menggunakan produk yang mengandung Hydrochloric Acid mampu membasmi kerak membandel secara mudah dan dengan hasil yang optimal.

Pilih yang Dilengkapi Kandungan Antibakteri

Selain kerak, bakteri di toilet juga harus dibasmi sampai bersih. Maka dari itu, Anda wajib memilih pembersih toilet yang sudah dilengkapi dengan kandungan antibakteri. Meskipun tidak sepenuhnya hilang, namun setidaknya jumlahnya dapat dikurangi.

Beberapa ahli mengatakan bahwa bakteri di dalam toilet tidak akan pernah hilang. Selama kondisinya lembap dan basah, maka mereka dapat dengan mudahnya berkembang biak. Namun, dengan usaha kita untuk selalu mengurangi jumlah bakteri, berbagai macam risiko penyakit yang mungkin ada pun bisa dihindari. Dan salah satu cara melakukannya adalah dengan rajin membersihkan toilet secara teratur.

Dapat Mengharumkan

Toilet atau kamar mandi adalah ruangan yang digunakan hampir setiap hari. Maka dari itu, kebersihannya harus selalu terawat. Salah satu aspek kebersihan bisa dilihat dari wangi atau aromanya. Nah bila ingin aroma toilet di rumah tetap wangi, maka gunakan produk pembersih yang dapat mengharumkan. Selain terasa nyaman oleh orang rumah, orang yang bertamu ke rumah Anda pun akan memberikan kesan yang baik.

Mudah Digunakan

Kita sering kali malas membersihkan toilet dikarenakan penggunaan cairan pembersih yang susah digunakan. Misalnya, kemasan yang mudah tumpah, terlalu cair, atau hal lainnya yang malah menyita waktu. Meskipun terlihat sepele, namun pembersih yang punya kemasan bagus, misalnya botol yang mudah dipakai, akan membuat semangat untuk membersihkan toilet tetap terjaga.

Pembersih Toilet dari Olaif

Salah satu produk pembersih toilet yang kami sarankan adalah Power Bleach Toilet Cleaner dari Olaif. Produk ini dikemas dengan botol yang sudah dilengkapi dengan nozzle sehingga mudah dipakai dan anti tumpah. Cairannya cukup kental dan mengandung hydrochloric acid hingga 20% sehingga mampu membasmi kerak yang membandel. Aroma wanginya pun akan membuat kamar mandi Anda menjadi segar dan terhindar dari bau-bau serta aroma yang tidak sedap.

Olaif dapat Anda install di Playstore atau Appstore dan temukan beragam produk rumah tangga dan juga personal care dengan harga terjangkau serta produk berkualitas.

 

Waspada! Berikut 4 Jenis Komplikasi Yang Bisa Dialami Ibu Hamil

Waspada! Berikut 4 Jenis Komplikasi Yang Bisa Dialami Ibu Hamil

Selain gangguan kesehatan ringan seperti sembelit, kram, dan wasir, ada kalanya ibu hamil bisa mengalami komplikasi yang dapat mengancam nyawanya. Faktor penyebabnya juga sangat beragam. Jenis komplikasinya juga bermacam macam. Jika mengalaminya, anda harus segera memeriksakan diri ke klinik dokter kandungan. Berikut 4 jenis komplikasi yang berbahaya bagi ibu hamil.

Masalah Kandungan Yang Berbahaya 

  1. Hiperemesis Gravidarum

Apabila dilihat dari gejalanya, Hiperemesis gravidarum sedikit mirip dengan morning sickness. Akan tetapi, gejala dari gangguan tersebut jauh lebih berat dan parah. Ibu hamil yang menderita Hiperemesis gravidarum pasti akan merasa mual dan muntah dengan durasi yang lebih lama. Bahkan bisa sampai trimester kedua atau ketiga. Jika dibiarkan, maka ibu hamil akan mengalami dehidrasi. 

Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Namun yang pasti, ada hubungannya dengan peningkatan kadar hormone. Untuk mencegah masalah yang jauh lebih buruk, anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan pasien tersebut untuk diinfus dan dirawat di rumah sakit. 

  1. Keguguran

Keguguran adalah salah satu kondisi gangguan kehamilan yang sangat parah sehingga menyebabkan kematian pada janin. Kondisi tersebut ditandai dengan pendarahan melalui vagina dan perut yang terasa nyeri sampai menjalar ke bagian punggung. Jika anda merasakan, maka langsunglah datang ke klinik dokter kandungan. 

Penyebab keguguran sangat beragam, yang paling sering adalah gangguan hormone, kelainan immune, merokok, terlalu lelah, kelainan rahun, kelemahan leher rahim, dan konsumsi alcohol. Resiko keguguran juga akan semakin meningkat pada ibu hamil yang memiliki penyakit tertentu, misalnya darah tinggi, diabetes, dan gangguan tiroid. 

  1. Anemia

Sel darah merah atau hemoglobin adalah komponen darah yang berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Pembentukan senyawa tersebut memerlukan zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Oleh karena itu, asupan komponen tersebut harus tercukupi terlebih pada ibu hamil karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin. 

Saat tubuh ibu hamil tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup, maka anemia lah yang akan terjadi. Gangguan kesehatan ini ditandai dengan rasa letih, pusing, kulit pucat, sulit berkonsentrasi, dan sesak napas. Anemia harus segera ditangani karena dapat menyebabkan berat bayi rendah dan memicu kelahiran prematur.

  1. Pendarahan

Anda wajib datang ke klinik dokter kandungan jika mengalami pendarahan selama masa kehamilan. Pendarahan sangat rentan terjadi terutama pada ibu hamil yang usia kandungannya masih trimester pertama. Pendarahan sangat mungkin diikuti dengan gejala keguguran. Oleh karena itu, datang ke dokter adalah salah satu hal yang harus segera dilakukan. 

Itulah beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang berbahaya bagi ibu hamil. Oleh karena itu, tidak heran jika ibu hamil harus rajin periksa ke dokter kandungan. Langkah ini diambil untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perkembangan bayi juga bisa dipantau dengan baik. Alhasil, proses kelahiran bisa berjalan dengan aman.

Pilih Dokter Umum atau Spesialis? Yuk Kenali Perbedaannya!

Pilih Dokter Umum atau Spesialis? Yuk Kenali Perbedaannya!

Saking banyaknya jenis penyakit, pasien kerap kali dibuat bingung untuk memilih antara dokter umum atau dokter spesialis. Kebanyakan diantara mereka masih belum memahami apa perbedaan antara kedua jenis tenaga kesehatan ets rebut. Daripada penasaran, yuk simak perbedaan antara klinik dokter spesialis dan klinik dokter umum di sini.   

Apa Sih Perbedaan Dokter Spesialis dan Dokter Umum?

  1. Masa Studi

Perbedaan pertama antara dokter spesialis dan dokter umum yang pertama adalah masa studinya. Dokter umum membutuhkan masa studi selama 6 tahun. Namun dokter spesialis perlu menambah masa belajarnya selama 3 tahun lagi. Artinya, dokter spesialis harus menjalankan pendidikan selama 9 tahun.

  1. Lingkup Pemeriksaan

Seorang dokter umum juga memiliki lingkup pemeriksaan yang berbeda dengan dokter spesialis. Dokter spesialis memiliki cakupan informasi yang lebih mendalam tentang sebuah bidang sedangkan dokter umum lebih mengarah ke pemeriksaan awal yang dilakukan untuk mendiagnosis sebuah penyakit yang diderita oleh pasien.

Jika anda mengalami penyakit yang umum misalnya flu, radang tenggorokan, diare, atau maag maka pertama tama temui saj dokter umum. Nanti jika setelah pemeriksaan dotemukan hal yang urgent, maka dokter umum akan menyarankan anda untuk menemui dokter spesialis. Dengan begitu, perawatan yang anda terima bisa lebih tepat sasaran. 

  1. Biaya Berobat

Perbedaan berobat di klinik dokter umum dan spesialis juga terletak pada biaya yang harus dibayar. Biasanya, biaya untuk dokter spesialis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dokter umum. Adapun alasannya  karena penjelasan dalam sesi konsultasi yang diberikan bisa lebih mendalam dibandingkan dengan dokter umum.

Namun terkait dengan biaya ini, ada banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satu diantaranya adalah faktor letak dan reputasi klinik. Meskipun bukan penyebab utama, namun kedua hal ini memegang peran besar. Jika anda mengunjungi klinik yang ternama yang berada di pusat kota, maka harganya cenderung lebih mahal dibandingkan klinik yang ada di daerah.   

  1. Tindakan Pengobatan

Dokter spesialis memiliki kemampuan untuk memberikan treatment yang langsung menyasar pada penyakit yang dimiliki oleh pasien. Artinya, berbagai pengobatan yang anda terima benar benar kompleks untuk mengatasi masalah hingga sampai ke akarnya. Tentu hasilnya juga jauh lebih baik karena proses pengobatan bisa lebih cepat.

Namun jika belum mengetahui pasti apa masalahnya, maka anda perlu datang ke klinik dokter umum. Langkah ini penting agar anda tidak salah alamat saat memilih spesialis. Jika kondisinya bisa langsung diatasi, anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Namun jika keadaannya buruk, barulah anda akan dirujuk ke dokter spesialis. 

Demikianlah sedikit informasi tentang perbedaan dokter umum dan dokter spesialis yang perlu anda ketahui. Meskipun sama sama dapat memberikan penguatan dengan baik, namun dokter spesialis lebih unggul dari segi kemampuan atas suatu bidang khusus. Hal itu pula yang membuat pengobatannya lebih mahal.

 

Info lengkapnya : OMDC

Mengenal Beberapa Jenis Terapi Intervensi Perifer pada Pasien PAP

Mengenal Beberapa Jenis Terapi Intervensi Perifer pada Pasien PAP

 

Peningkatan kasus penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 atau DMT2 yang terjadi di Indonesia rupanya juga membawa pengaruh pada meningkatnya kasus penyakit degeneratif lainnya. DMT2 sendiri memang masuk dalam kategori penyakit yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, baik itu makrovaskular maupun mikrovaskular.

Pada kasus komplikasi mikrovaskular organ yang menjadi sasaran utamanya adalah mata dan ginjal. Sedangkan pada area pembuluh darah jantung, pembuluh darah tungkai bawah serta otak ini merupakan bagian dari komplikasi makrovaskular.

Kasus yang cukup banyak ditemui di Indonesia akibat komplikasi makrovaskular DMT2 ini adalah penyakit arteri perifer atau PAP. Umumnya penyakit ini menyerang pada bagian ekstremitas atau bagian tungkai kaki.

Sekilas Mengenai Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer (PAP) terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah arteri khususnya pada arteri yang bertugas mengirim pasokan darah ke kaki. Penyumbatan ini dipicu oleh kolesterol serta atheroma yang menyebabkan timbulnya timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Efeknya kaki akan kekurangan pasokan nutrisi dan darah, sehingga akan sering  merasa nyeri ketika sedang digunakan untuk berjalan.

Ada beberapa faktor yang menjadi risiko terjadinya PAP pada tubuh seseorang, seperti misalnya merokok, Aterosklerosis karena pengaruh usia, diabetes Mellitus, dislipidemia, serta hipertensi.

Gejala yang ditimbulkan pada masing-masing penderita PAP bisa jadi berbeda. Beberapa orang akan menunjukkan gejala klaudikasio. Yaitu awalnya akan merasa nyeri atau kram ringan, namun akan menjadi semakin parah ketika sedang beraktivitas misalnya berolahraga. Ada juga orang yang justru asimtomatik, yaitu tidak menunjukkan gejala apapun meskipun sebenarnya dirinya telah terkena PAP tersebut.

Untuk mendiagnosis penyakit arteri perifer ini biasanya dokter akan melakukan beberapa tes. Seperti misalnya Duplex Ultrasonografi (USG), Angiografi Perifer, Ankle Brachial Index dan CT Angiografi (CT scan). Pemeriksaan Ankle Brachial Index atau ABI paling direkomendasikan karena biayanya yang lebih murah, noninvasif dan reliable.

Berbagai Tindakan Terapi Intervensi Perifer

Untuk menangani penyakit arteri perifer ini dokter akan memberikan tindakan medis yang beragam, salah satunya adalah terapi intervensi perifer. Adapun beberapa kemungkinan terapi intervensi perifer yang bisa dilakukan dokter adalah sebagai berikut:

  • Terapi intervensi fisik atau exercise. Terapi ini dilakukan sekitar 6 – 12 bulan dengan cara melakukan latihan fisik yang terkontrol.
  • Terapi farmakologi, adalah dengan cara memberikan beberapa jenis obat mulai dari ticlopidine, cilostazol, aspirin, pentoxifylline dan clopidogrel.
  • Terapi trombolik, yaitu dengan menyuntikkan obat khusus yang berfungsi untuk melarutkan gumpalan darah. Penyuntikan dilakukan pada area pembuluh darah yang menyempit.
  • Terapi intervensi perifer angioplasty, yaitu dengan cara memasang kateter berupa selang yang tipis dan lembut agar dokter bisa memasukkan stent pada area pembuluh darah yang tersumbat.

Tindakan terapi intervensi perifer ini umumnya dilakukan agar pasien tidak perlu melakukan tindakan bedah atau operasi, sehingga dapat meminimalisir risiko, biaya dan juga trauma.

Baca Juga : Mengenal Peran Dokter Spesialis jantung

 

 

Intervensi Perifer Angioplasti untuk Atasi Penyakit Arteri Perifer

Intervensi Perifer Angioplasti untuk Atasi Penyakit Arteri Perifer

Salah satu penyakit komplikasi makrovaskular yang disebabkan oleh Diabetes Mellitus Tipe 2 atau DMT2 adalah penyakit arteri perifer atau PAD. Penyakit ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat pada terhambatnya aliran darah bagi organ di tubuh penderitanya.

Bagi pasien yang sudah mendapatkan diagnosis penyakit arteri perifer ini biasanya akan mendapatkan beberapa tindakan dari dokter. Mulai dari terapi gaya hidup, obat-obatan hingga tindakan intervensi dan operasi.

Sekilas Tentang Penyakit Arteri Perifer dan Gejalanya

Penyakit arteri perifer atau disebut juga dengan peripheral arterial disease (PAD) merupakan suatu penyakit kardiovaskular berupa penyempitan pembuluh darah hingga dapat mengakibatkan tersendatnya aliran darah ke organ tubuh. Terdapat tiga faktor risiko utama pada penyakit arteri perifer ini yaitu merokok, diabetes mellitus dan dislipidemia.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit arteri perifer ini beragam, seperti misalnya rasa nyeri saat berjalan kaki, luka yang sulit sembuh dan sering kambuh, cepat mengalami lelah otot atau kram, terjadinya gangrene, dan sakit pada tungkai ketika beristirahat. Pada beberapa kasus juga terjadi asimtotik dimana penyakit tersebut ada namun tidak menunjukkan gejala klinis pada penderitanya.

Memperbaiki gaya hidup sehat, menjaga latihan yang terkontrol serta pemberian obat-obatan bisa menjadi cara untuk mengurangi gejala yang ada. Dokter mungkin juga akan melakukan tindakan intervensi perifer angioplasty untuk mengatasi masalah PAD tersebut.

Baca Juga : Perbedaan Gagal Jantung dan Jantung Koroner

Mengenal Tindakan Intervensi Perifer Angioplasty

Salah satu tindakan intervensi perifer yang kerap dilakukan dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular adalah angioplasty. Secara sederhana tindakan ini dilakukan dengan cara memasang kateter berupa selang yang tipis dan lembut agar dokter bisa memasukkan stent pada area pembuluh darah yang tersumbat.

Proses dari intervensi perifer angioplasty ini adalah sebagai berikut:

  1. Pada area selangkangan atau pergelangan tangan pasien akan dilakukan bius total untuk mengurangi rasa sakit. Karena bius hanya dilakukan secara lokal, pasien mungkin masih akan merasakan efek dari tindakan.
  2. Dokter akan memasang kateter lalu menyuntikkan zat kontras khusus. Tujuannya adalah untuk mengetahui adanya penyempitan pembuluh darah.
  3. Selanjutnya dokter akan memasukkan balon dan stent melalui kateter yang sudah dipasang lewat selangkangan atau pergelangan tangan tadi.
  4. Balon akan dikembangkan agar bisa menghasilkan rongga, tugas stent adalah menahan rongga ini agar pembuluh darah tidak menyempit kembali.

Tindakan intervensi perifer angioplasty ini dapat menjadi alternatif langkah pengobatan non bedah bagi pasien. Selain dinilai lebih efektif, cara ini juga dianggap lebih efektif dan efisien.

Bagi Anda yang ingin melakukan medical check up terkait jantung dan pembuluh darah, Anda dapat melakukan pemeriksaan di Heartology Cardiovascular Center.

Itulah ulasan mengenai penyakit arteri perifer dan juga tindakan intervensi perifer angioplasty, semoga bermanfaat dan dapat membuat kita makin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga : Mengenal Peran Dokter Spesialis Jantung

Perbedaan Antara Gagal Jantung Dan Penyakit Jantung Koroner

Perbedaan Antara Gagal Jantung Dan Penyakit Jantung Koroner

Jantung adalah organ vital manusia yang memegang peranan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Namun karena beberapa faktor, jantung mengalami gangguan hingga dokter menyarankan menggunakan metode Intervensi kardiologi. Penyakit jantung sendiri terdiri beberapa jenis penyakit. Lalu apa yang membedakan antara gagal jantung dan penyakit jantung koroner ? Berikut ulasannya.

Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh karena beberapa faktor seperti terjadinya penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, atau dikarenakan otot jantung melemah. Gagal jantung dapat terjadi kapan saja dan akan berlangsung selama yang diselingi dengan beberapa gejala.

Gejala yang dialami oleh pasien gagal jantung yakni rasa pusing, merasa letih dan lemas, batuk, pembengkakan di sekitar area perut, pergelangan kaki dan kaki itu sendiri, sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, serta sesak nafas bahkan ketika berbaring atau beristirahat sekalipun. Kondisi ini membuat para pasien merasa kurang nyaman melakukan aktivitas apapun.

Gagal jantung dapat disembuhkan dengan beberapa metode pengobatan seperti operasi mengkonsumsi obat obatan, dan pemasangan alat bantu. Prosedur operasi khusus gagal jantung dibagi menjadi tiga yakni operasi transplantasi jantung, operasi bypass, dan operasi katup jantung. Sebelum melakukan tindakan tersebut, umumnya dokter akan melakukan intervensi kardiologi.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan kondisi terjadinya penyumbatan aliran darah akibat plak yang menempel pada dinding arteri. Akibatnya aliran darah yang mengalir ke otot jantung akan terganggu hingga menyebabkan penurunan pasokan oksigen dalam darah. Kondisi inilah yang memunculkan rasa nyeri pada bagian dada atau sering disebut serangan jantung.

Gejala yang dialami oleh penderita jantung koroner yakni rasa nyeri yang begitu hebat di bagian dada. Rasa nyeri tersebut kemudian menjalar ke beberapa bagian tubuh lainnya mulai dari lengan kiri, dagu, kemudian menyentuh pipi, hingga ulu hati. Rasa nyeri disertai pula dengan badan yang semakin lemas, jantung berdebar hebat, hingga memunculkan keringat dingin.

Penyakit jantung koroner sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti kadar kolesterol tinggi, dipicu oleh obat obatan yang dikonsumsi, kondisi psikologi, menerapkan gaya hidup kurang sehat, dan faktor usia. Meski penyakit ini umumnya menyerang lansia, namun siapa sangka jika anak anak dan anak remaja juga beresiko terkena penyakit jantung koroner.

Umumnya dokter menyarankan pasien penyakit jantung koroner untuk melakukan kontrol rutin dengan dokter spesialis jantung. Dokter spesialis tersebut akan membantu Anda mengobati penyakit tersebut dan mendengarkan segala keluhan yang dirasakan sebelum memberikan resep obat. Jika kondisi tidak kunjung membaik, dokter akan meminta melakukan intervensi kardiologi sebagai solusinya.

Meski sesama menyerang jantung manusia, ternyata gagal jantung dan penyakit jantung koroner memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari penyebab rasa sakit yang diderita oleh sang pasien. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan aliran pembuluh darah, sedangkan gagal jantung bisa disebabkan oleh penyakit jantung koroner ataupun penyakit lainnya.

Anda bisa berkonsultasi  masalah kesehatan jantung ke ahlinya, salah satunya dengan dokter ahli jantung yang bisa anda temui di bebeberap pusat layanan kesehatan jantung terdekat. Heartology Cardiovascular Center merupakan salah satu rumah sakit jantung yang memiliki tim dokter yang berpengalaman dan juga fasilitas lengkap untuk menunjang kebutuhan pasien jantung.

Salah satu dokter jantung di Heartology yang berpengalaman di bidang intervensi koroner adalah dr. Suko Adiarto, Sp.JP (K) Beliau merupakan dokter jantung sub spesialisasi kardiologi intervensi yang menamatkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997. Setelah itu, ia memfokuskan diri pada spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular di universitas yang sama

 

Kapan Harus Periksa ke Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular?

Kapan Harus Periksa ke Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular?

Saat ini jumlah pengidap penyakit jantung semakin meningkat, bahkan penyakit jantung koroner masuk dalam daftar penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Tentu hal ini membuat kita harus selalu waspada dan terus menjaga pola hidup yang sehat, semata-mata agar jantung kita tetap sehat dan dapat bekerja dengan efektif.

Menjaga pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang, olahraga rutin dan teratur, serta menghindari kebiasaan yang  bisa memperburuk kesehatan jantung. Seperti misalnya merokok, makanan berlemak jenuh tinggi, alkohol, dan sebagainya.

Tindakan preventif juga diperlukan, yaitu bisa dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis jantung setidaknya setahun sekali. Atau jika Anda sudah memiliki berbagai gejala atau diagnosis yang mengacu pada penyakit jantung maka akan lebih baik untuk melakukan pemeriksaan 6 bulan sekali.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Waktu yang Tepat untuk Periksa ke Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Memeriksakan diri ke dokter jantung merupakan upaya pencegahan, agar Anda tahu lebih dini apabila terjadi gangguan fungsi pada jantung Anda. Harapannya gangguan tersebut dapat segera diintervensi supaya tidak semakin parah dan membuat Anda harus menjalani tindakan medis yang lebih berat.

Namun dalam beberapa kondisi, Anda juga bisa memilih untuk periksa ke dokter bedah toraks dan kardiovaskular. Utamanya ketika Anda merasakan beberapa gejala berikut ini:

  • Anda sering merasakan detak jantung yang cepat, meskipun sedang tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
  • Merasakan lelah yang berkepanjangan dan tak kunjung mereda.
  • Sering muncul keringat dingin.
  • Merasa kesulitan bernapas, atau merasakan sesak saat bernapas.
  • Dada terasa sangat nyeri, bahkan hingga menjalar ke bagian tubuh lain seperti bahu, punggung, leher dan rahang.

Saat Anda periksa ke dokter bedah toraks dan kardiovaskular, Anda mungkin akan diminta untuk menjalankan beberapa tes. Mulai dari tes EKG, CT Scan, MRI, rontgen dada, tes Doppler, dan sebagainya. Tes pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui kondisi jantung, struktur jantung, aktivitas listrik di jantung, aliran darah dan banyak lagi.

Yang Perlu Anda Lakukan Saat Periksa ke Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan saat memeriksakan diri ke dokter bedah toraks dan kardiovaskular, diantaranya:

  • Jelaskan semua gejala yang Anda rasakan dengan detail dan lengkap.
  • Informasikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit berat, atau juga riwayat penyakit keluarga.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang konsumsi obat jenis apapun.
  • Jika Anda punya alergi pada obat tertentu maka sampaikan juga ke dokter Anda.
  • Informasikan pada dokter tentang pola hidup Anda sehari-hari, misalnya Anda perokok atau yang lainnya.

Untuk keperluan pemeriksaan jantung Anda dapat percayakan ke Heartology Cardiovascular Center. Di pusat layanan jantung dan pembuluh darah ini Anda akan ditangani oleh dokter spesialis yang udah teruji dan berpengalaman. Salah satu dokter di Heartology yang memiliki keahlian di bidang  Bedah Vaskular & Endovaskular adalah dr Dicky Aligheri Sp.BTKV (K) yang memiliki keahlian di bidang bedah kardiak / jantung dewasa, bedah dan intervensi vaskular/ aorta, bedah gagal jantung dan intrumentasi support sirkulasi.

Mengenal Profesi Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Mengenal Profesi Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Pernahkah Anda mendengar tentang dokter bedah toraks dan kardiovaskular? Dokter spesialis ini mungkin tidak sefamiliar dokter spesialis jantung, walaupun sebenarnya dokter spesialis bedah ini juga memegang peranan penting bagi seorang dengan penyakit jantung terutama yang harus menjalani tindakan operasi. Semua tindakan yang berhubungan dengan operasi organ di rongga dada umumnya dilakukan oleh dokter bedah ini.

Mengenal Lebih Jauh Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular merupakan seorang dokter yang memiliki keahlian khusus dalam mengatasi segala permasalahan penyakit di dalam rongga dada pasien, utamanya adalah jantung dan paru-paru. Tugas dari dokter spesialis ini adalah membuat diagnosis, meresepkan obat, hingga melakukan tindakan operasi ketika memang dibutuhkan.

Sebelum menjadi seorang spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, seorang dokter tentu harus lulus dokter umum terlebih dahulu. Barulah kemudian mengambil pendidikan spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular dengan lama pendidikan sekitar 5 tahun atau 10 semester. Apabila pendidikan spesialis berhasil dijalani dan dokter umum dinyatakan lulus dari spesialisnya, maka dokter umum ini selanjutnya akan mendapat gelar dokter bedah toraks dan kardiovaskular (Sp. BTKV).

Tak berhenti sampai disitu, para dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular juga masih bisa menempuh sub spesialis guna memperuncing keahliannya.

Sub spesialis Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Sama halnya dengan dokter bidang lainnya, dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular juga masih bias mengambil sub spesialis. Hal ini guna menyempitkan divisi bedah, karena dalam bedah toraks dan kardiovaskular sendiri memiliki cakupan yang masih cukup luas.

Berikut ini adalah beberapa bidang sub spesialis bedah toraks dan kardiovaskular:

  • Bedah jantung penyakit bawaan, yang bertugas untuk melakukan penanganan pada berbagai penyakit jantung bawaan yang sudah dialami bayi atau anak-anak saat mereka dilahirkan.
  • Bedah jantung umum, adalah divisi yang menangani berbagai operasi pada penderita penyakit jantung khususnya pada pasien dewasa. Biasanya tindakan operasi yang dilakukan karena adanya penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung atau gagal jantung.
  • Transplantasi organ rongga dada, adalah divisi yang secara khusus menangani tindakan transplantasi jantung serta paru-paru.
  • Bedah dada, yang secara khusus menangani permasalahan pada area dada seperti misalnya tindakan operasi pada area diafragma, dinding dada, paru-paru dan juga esofagus.

Ternyata cukup banyak bukan bidang sub spesialis dari dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular. Jika Anda memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis di atas, Anda dapat melakukan pemeriksaan di Heartology, salah satu fasilitas kesehatan khusus jantung. Selain jenis pelayanan yang lengkap, Heartology juga memiliki banyak dokter spesialis ahli, termasuk salah satunya dokter bedah toraks dan kardiovaskular.

Baca Juga : Mengenal Peran Dokter Spesialis Jantung Secara Garis Besar

Mengenal Peran Dokter Spesialis Jantung

Mengenal Peran Dokter Spesialis Jantung

 

Dalam dunia medis terdapat banyak sekali jenis dokter spesialis dan subspesialis, salah satu diantaranya adalah dokter spesialis jantung. Boleh dikatakan saat ini jumlah dokter spesialis jantung masih cukup terbatas. Bayangkan saja, beberapa kota kecil di Indonesia ternyata bahkan hanya memiliki satu atau dua dokter spesialis jantung dalam satu kabupaten. Jumlah ini tentu sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dalam satu kabupaten tersebut.

Jika membahas tentang dokter spesialis jantung, maka tahukah Anda siapa saja yang bisa mendapat gelar tersebut? Lalu apa saja peran dokter spesialis jantung dalam dunia kesehatan? Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

Siapakah Dokter Spesialis Jantung Itu?

Sebelum seorang dokter mendapatkan predikat sebagai seorang dokter spesialis jantung, sudah pasti pada awalnya mereka adalah dokter umum. Dokter umum ini kemudian kembali mengambil pendidikan spesialis sesuai bidang yang mereka minati, salah satunya bidang penyakit jantung dan pembuluh darah.

Jadi dapat dikatakan bahwa dokter spesialis jantung merupakan dokter yang sudah memiliki keahlian lebih spesifik dalam penanganan segala penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah atau sering disebut kardiovaskular.

Dalam upaya menangani permasalahan kesehatan pada jantung dan pembuluh darah pasien, tak jarang pada dokter spesialis jantung juga menjalin kerja sama atau kolaborasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Apa Saja Peran Dokter Spesialis Jantung?

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa dokter spesialis jantung merupakan seorang dokter yang memiliki keahlian dalam penanganan masalah jantung dan pembuluh darah. Oleh sebab itu dapat juga dikatakan bahwa peran dokter spesialis jantung adalah melakukan tindakan pengobatan dan juga pencegahan terhadap berbagai penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular.

Secara garis besar peran dokter spesialis jantung adalah untuk menangani berbagai jenis penyakit kardiovaskular berikut ini:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati).
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Serangan jantung.
  • Infark miokard atau angina.
  • Penyakit katup jantung.
  • Penyakit aorta.
  • Henti jantung.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Tumor jantung.
  • Penyakit pembuluh darah.
  • Gagal jantung.

Dalam menjalankan perannya sebagai dokter spesialis jantung terutama saat melakukan pengobatan, para dokter ini tentu akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Mulai dari riwayat kesehatan pasien, gejala yang dirasakan atau dialami oleh pasien, serta pemeriksaan fisik jantung untuk memperkuat diagnosis. Dari diagnosis inilah nantinya akan menghasilkan jenis dan dosis obat serta tindakan apa yang harus segera diambil.

Bagi Anda yang tengah mengalami masalah dengan kesehatan jantung, Anda dapat berkonsultasi dengan para dokter spesialis jantung yang berpengalaman di Heartology Cardiovascular Center. Selain diperkuat dengan dokter spesialis yang kompeten, pelayanan di Heartology juga didukung dengan peralatan yang canggih dan modern, sehingga dapat menunjang dan memaksimalkan peran dokter spesialis jantung dalam melakukan tindakan pengobatan.

sumber :

https://heartology.id/dokter-spesialis-jantung