Kategori: Keuangan

Mengenal Fungsi, Bahan Bakar, Transmisi, dan Sistem Kerja Forklift

Mengenal Fungsi, Bahan Bakar, Transmisi, dan Sistem Kerja Forklift

Sewa forklift diperkotaan terutama di perusahaan-perusahaan berkembang belakangan semakin marak. Kemampuannya memindahkan barang dengan kapasitas besar menjadikan peran kendaraan ini begitu krusial sekaligus sangat efektif mengurangi penggunaan tenaga manusia.

Entah berapa puluh juga rupiah anggaran yang bisa diminimalkan jika alat ini dilibatkan dalam satu proyek, baik skala kecil atau besar. Dengan harga sewa forklift yang terjangkau banyak perusahaan, pabrik, atau home industry yang terbantu dengan keberadaan alat ini.

Sebenarnya apa itu forklift dan bagaiamana sistem kerjanya?

Forklift adalah kendaraan alat berat yang memiliki bagian utama berupa 2 garpu yang berfungsi mengangkat pallet. Biasanya garpu pada forklift sudah kompatibel dengan berbagai jenis pallet yang banyak beredar di pasaran.

Penggunannnya, barang yang akan dipindahkan terlebih dulu diletakkan diatas pallet selanjutnya diangkat untuk dipindahkan. Pengoperasian forklift sendiri tak lepas dari bahan bakar yang dipakai. Adapun sumber energi atau bahan bakar yang digunakan yaitu solar, gas, gasoline, dan battery (diisi ulang dengan tenaga listrik).

Penggunaan bahan bakar sendiri mempengaruhi sistem kerja dan tempat pengoperasiannya. Forklift yang menggunakan solar dan gas lebih sering dioperasikan di luar ruangan (outdoor). Sedangkan  forklift dengan bahan bakar gasoline dan tenaga baterai lebih banyak digunakan dalam ruangan (indoor).

Ini karena gasoline dan baterai hampir tidak menimbulkan polusi sama sekali sehingga aman digunakan dalam ruangan tertutup. Artinya dari sisi kesehatan masih terjamin. Lain hal nya dengan solar dan gas, kedua bahan bakar ini lebih rentan dengan polusi karena gas emisi atau asap yang keluar bisa menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya batuk dan sesak nafas.

Karena lebih aman, forklift gasoline dan baterai banyak digunakan untuk mengangkat barang-barang seperti produk makanan, minuman, garmen, dan produk-produk lain yang harus bebas polusi.

Berdasarkan cara pengoperasiannya, sistem penggerak forklift dibedakan menjadi 2 yaitu Manual Transmission Forklift dan Automatic Transmission Forkift. Selain dari sistem transmisinya, harga sewa forklift sendiri biasanya juga ditentukan menurut kapasitas dan daya angkatnya (lifting).

Forklift tidak bisa dioperasikan oleh sembarang orang. Artinya butuh orang yang sudah profesional dan terlatih. Itupun masih harus ditunjang dengan alat pengaman seperti kacamata, masker, helm, dan sepatu.

BACA JUGA : Faktanya Sewa Forklift Via Leasing Memang Lebih Menguntungkan, Ini Alasannya

Faktanya Sewa Forklift via Leasing Memang Lebih Menguntungkan, Ini Alasannya

Faktanya Sewa Forklift via Leasing Memang Lebih Menguntungkan, Ini Alasannya

Mengapa pabrik atau perusahaan lebih memilih sewa forklift dibanding membeli sendiri? Bukankah fungsi alat ini sangat efektif untuk meringankan pekerjaan dan mengurangi penggunaan tenaga manusia?

Secara fungsi forklift memang penting untuk memindahkan barang dari tempat satu ke tempat lain. Namun perlu diketahui forklift termasuk alat berat yang mahal sehingga sistem sewa merupakan opsi terbaik jika kondisi finansial perusahaan belum begitu baik.

Sewa forklift via leasing beberapa tahun belakangan lebih banyak dipilih oleh pelaku usaha. Alasannya tenta lebih hemat secara finansial. Disamping itu ada beberapa keuntungan lain apabila menyewa forklift melalui leasing.

Proses Lebih Mudah dan Bisa Nego

Biaya sewa forklift atau kendaraan alat berat melalui leasing umumnya lebih mudah dan bisa dinegosiasikan. Salah satu leasing yang tetap berkomitmen dengan kemudahan proses pembiayaan sewa alat berat yaitu CSUL Finance.

Pada intinya untuk menyewa forklift tidak perlu menyediakan anggaran yang mengikat dari awal. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta pertimbangan berapa besar pemasukan perusahaan.

Lebih Banyak Pilihan

Melalui leasing lebih banyak pilihan jenis forklift atau kendaraan alat berat lainnya. Tinggal pilih yang baru atau bekas kemudian disesuaikan dengan kebutuhan. Kapasitas mungkin jadi pertimbangan utama karena semakin besar kapasitasnya harga sewa forklift juga semakin mahal.

Secara fungsi baik forklift bekas atau baru kurang lebih sama. Yang jadi pembeda mungkin dari sektor ketahanan, terlebih jika digunakan untuk jangka panjang. Untuk meminimalisir risiko kerusakan menyewa forklift baru mungkin pilihan paling relevan.

Lebih Murah

Dalam sebuah usaha terutama usaha yang sedang berkembang butuh ketersediaan forklift, mungkin jumlahnya lebih dari satu.  Tentu beban finansial sangat terasa jika seluruh alat berat harus tersedia dengan cara membeli.

Dengan sistem sewa tentu harganya jauh lebih murah. Toh kendaraan tersebut tidak dibutuhkan setiap hari. Bahkan mungkin hanya beberapa kali dalam sebulan. Bandingkan kalau harus membeli beberapa forklift sekaligus tentu butuh anggaran hingga ratusan juta rupiah. Kalaupun dana sudah tersedia bukankah lebih efisien jika dialokasikan untuk kebutuhan lain?

Sistem sewa forklift bukan masalah ada atau tidaknya dana untuk membeli sendiri . Tapi lebih kepada seberapa efektif peran alat tersebut dalam usaha itu sendiri. Intinya memilih sewa atau membeli tergantung seberapa sering alat berat tersebut digunakan.

Artikel Menarik Lainnya :

4 Tahapan Proses Pinjaman Dana Tunai Yang Harus Anda Lalui

4 Tahapan Proses Pinjaman Dana Tunai Yang Harus Anda Lalui

Tahapan Proses Pinjaman Dana Tunai – Ada kalanya ketika Anda membutuhkan uang, Anda tidak bisa meminjam ke keluarga atau sahabat. Entah itu untuk modal usaha atau keperluan mendesak lainnya. Kalau sudah begitu, jalan yang mungkin bisa Anda tempuh adalah mengajukan pinjaman tunai ke bank atau perusahaan layanan keuangan. Beberapa perusahaan swasta bahkan bisa memproses dengan cepat, jadi Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk mencairkan dana pinjaman tersebut. Jika Anda penasaran bagaimana tahapan proses pinjaman dana tunai hingga dana diturunkan, berikut ulasannya:

  1. Pengajuan

Tahapan pertama yang harus Anda lalui adalah pengajuan. Anda bisa mengajukan pinjaman atas nama pribadi atau perusahaan. Kemudian, Anda juga wajib melampirkan beberapa dokumen sebagai persyaratan administrasi seperti kartu identitas, KK, NPWP, koran rekening bulanan pribadi, dan dokumen yang berkaitan dengan legalitas perusahaan.

Di era serba digital, banyak layanan keuangan yang memberikan opsi pengajuan secara online maupun offline. Cara online akan lebih mudah dan efisien untuk Anda yang sibuk.

  1. Verifikasi

Berikutnya, dokumen yang anda lampirkan akan diverifikasi. Setiap dokumen akan dicocokan dengan formulir yang Anda isi. Begitu juga kelengkapan dokumen yang terlampir. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik persayaratan dokumen yang ditetapkan oleh penyedia jasa keuangan.

  1. Persetujuan

Setelah Anda lulus verifikasi, dokumen Anda akan dilimpahkan ke bagian keuangan atau bank terkait untuk mendapatkan persetujuan. Dalam tahap ini, orisinilitas dokumen biasanya akan diperiksa. Selain itu, jejak rekam peminjaman dana seperti cicilan KPR, cicilan kartu kredit, dan cicilan lainnya juga akan menjadi bahan pertimbangan. Jika layak, maka Anda bisa masuk ke tahap berikutnya.

  1. Pencairan Dana

Setelah pengajuan pinjaman Anda disetujui, Anda akan mendapatkan konfirmasi dan waktu pencairan dana. Masing-masing penyedia jasa keuangan mempunyai kebijakan sendiri terkait pencairan dana pinjaman. Untuk layanan pinjaman dari Bank, biasanya membutuhkan beberapa hari. Berbeda dengan penyedia jasa keuangan swasta yang bisa mencairkan dalam waktu 1×24 jam.

Jadi, itulah 4 tahapan proses pinjaman dana tunai yang harus Anda lalui. Jika Anda butuh dana mendesak, sebaiknya mengajukan pinjaman ke perusahaan swasta. Tetapi, Anda juga harus tetap mempertimbangkan besar suku bunganya, yang disesuaikan dengan anggaran Anda sendiri.

BACA JUGA : Cara Cepat Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha.