4 Masalah Utama dari Penyebab Roti Keras dan Bantat

 

Tentunya Anda pernah merasa kecewa ketika adonan roti yang Anda buat tidak sesuai dengan keinginan. Sudah mengeluarkan bahan banyak namun roti yang Anda hasilkan tidak sesuai dengan keinginan tentu ada rasa kesal dan kecewa di dalam diri Anda. Roti yang keras bisa membuat cita rasanya menjadi berkurang. Yang disukai oleh semua orang adalah roti yang lembut, empuk dan juga moist. Agar adonan Anda tidak gagal, simak beberapa penyebab roti keras berikut ini:

Baca juga : 3 Syarat Mendaftar Asuransi Jiwa yang Penting Untuk Diperhatikan

Tidak Menggunakan Pengembang

Salah satu hal yang membuat roti keras adalah tidak menggunakan pengembang. Pengembang ini adalah kunci agar roti yang Anda buat menjadi mengembang sempurna. Jika Anda tidak menggunakan pengembang roti yang Anda buat pun akan menjadi bantat. Jangan terlalu banyak menggunakan pengembang sebab tekstur roti tersebut akan menjadi terlalu empuk dan seperti menggigit kapas ketika menggigitnya.

Tepung Terigu Rendah Protein

Penyebab roti keras selanjutnya adalah menggunakan tepung terigu yang memiliki protein yang rendah. Tepung terigu dengan rendah gluten akan sulit mengembang dan menghasilkan adonan yang bantat atau keras. Alasannya adalah gliadin dan glutenin sedikit sehingga tekstur roti menjadi tidak elastis. Jika Anda menganggap tepung terigu untuk membuat roti dan gorengan itu sama maka anggapan tersebut salah sebab tepung terigu yang digunakan untuk membuat gorengan proteinnya sangat rendah, berbeda dengan yang khusus digunakan untuk membuat adonan roti dan kue.

Mixer yang Sebentar atau Terlalu Lama

Yang menyebabkan roti menjadi keras adalah Anda mengaduknya menggunakan mixer terlalu lama atau terlalu sebentar. Jika terlalu sebentar adonan tidak berhasil mengembang dengan sempurna, sedangkan jika over mixing maka kandungan pada bahan pembuatan roti menjadi berkurang dan hilang. Untuk mengantisipasinya adalah Anda harus tahu berapa lama harus melakukan mixing dan berapa kecepatan yang harus Anda gunakan.

Telur Terlalu Sedikit

Telur bisa membuat tekstur roti menjadi lebih moist dan empuk. Kekurangan kuning telur ini bisa membuat roti menjadi kurang elastis, adonan tidak saling merekat secara sempurna dan bau rotinya tidak harum.

Baca juga : Global Sevilla School Siap Membangun Karakter Siswa Siswi

Untuk bisa menghasilkan roti yang berkualitas dibutuhkan adonan yang berkualitas dan juga teknik pembuatan yang benar. Meski Anda sudah menggunakan bahan yang berkualitas tapi tekniknya salah maka roti yang dihasilkan tidak sesuai dengan keinginan Anda.  Semoga beberapa penyebab roti keras yang telah dijelaskan diatas bisa bermanfaat bagi Anda khususnya yang berniat mendalami bisnis pastry atau bakery.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar